72 INDIKATOR KOMPETENSI

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang relevan dengan pengetahuan, pengalaman, atau sikapnya terhadap apa yang dilakukannya itu, dan ditunjukkan secara bertanggung jawab baik di dalam proses maupun hasilnya.

Oleh karena kompetensi selalu dikaitkan dengan “kemampuan dalam melakukan sesuatu” yang dapat kita katakan juga sebagai “kemampuan bekerja”, dan pada praktiknya kemampuan bekerja seseorang yang berhasil mengembangkan kompetensinya adalah menjadi semakin menguasai atau menjadi ahli, maka dalam konteks pengukuran di sini kita menggunakan istilah “keahlian bekerja”.

Seorang yang ahli dalam bidang menyanyi, misalnya. Secara profesi, dia disebut sebagai penyanyi. Yang membedakan keahliannya dalam menyanyi adalah penguasaan vokal, jenis karakter vokal, penguasaan lagu, pengelolaan napas dan ekspresi, dst. Bisa saja, ada orang yang “dianggap” memiliki kompetensi yang unggul pada bidang menyanyi, namun dia tidak menjadikan aktivitas menyanyi itu sebagai profesinya. Maka, dalam konteks asesmen profilku360, yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai memiliki kemampuan dalam aktivitas menyanyi, akan tetapi tidak menjadikan kemampuannya dalam bernyanyi sebagai indikator kompetensi dia sehingga menjadi ahli dalam bidangnya yang dapat mengembangkan dia ke ranah profesi sebagai penyanyi. Secara umum, dalam konteks profilku360, dia mampu menyanyi namun belum tentu kompeten.

Jika dia tidak menjadikan aktivitas menyanyi sebagai keahliannya sehingga menjadi penyanyi, namun dia mengembangkannya ke ranah pembimbing dan pelatih anak-anak agar bisa jadi penyanyi yang kompeten, maka kompetensi yang dikembangkannya adalah “guru atau pelatih atau coach untuk menyanyi”.

Kiranya contoh di atas dapat menjelaskan kepada kita bahwa kompetensi seseorang dapat berkembang ke arah mana pun, tergantung kepada apa dan bagaimana seseorang memfokuskan dirinya untuk melatih diri dalam pengembangan karir atau profesi.

Oleh karena kondisi tersebut juga terjadi pada bidang lainnya, maka ketika kita membahas masalah kompetensi, kita diarahkan kepada pemahaman dasar yang perlu disepakati terlebih dahulu tentang kata kunci dari kompetensi sebagaimana dikemukakan di atas, yaitu:


1. Melakukan
2. Relevan dengan pengetahuan
3. Relevan dengan pengalaman
4. Ditunjukkan dalam sikap yang sesuai dengan tuntutan kompetensinya
5. Ditunjukkan dalam tanggung jawab pada prosesnya
6. Ditunjukkan dalam tanggung jawab pada hasilnya


Atas dasar itulah, kami menyusun parameter baku pada beberapa kelompok kompetensi umum yang dituangkan secara lebih detail ke dalam 72 indikator.

Mengapa kompetensi umum?

Karena untuk setiap jenis keahlian bekerja, ada hal-hal umum yang harus dikuasai oleh seseorang. Kompetensi umum ini merupakan prasyarat dasar yang berlaku di semua jenis profesi. Kita tidak mungkin menjadi direktur keuangan yang ahli, bilamana kita tidak memahami bagaimana memimpin tim.


Pengalaman melayani konseling karir kepada ribuan siswa lulusan SMK, mahasiswa, para pencari kerja, atau para karyawan yang galau dalam perjalanan karirnya, membawa kami kepada temuan atas parameter-parameter baku yang kerap muncul sebagai kendala dalam ketidakmampuan seseorang ketika mengatasi tantangan pengembangan diri. Inilah yang menjadi dasar bagaimana parameter baku disusun dalam profilku360 ini; yaitu:

KEPEMIMPINAN

Yaitu kemampuan seseorang untuk menjadikan dirinya ada dalam fungsi atau otoritas yang lebih tinggi di dalam hubungan interpersonal dan hubungan sosial sehingga yang bersangkutan dapat memberi dampak tertentu kepada orang-orang lainnya (baik yang ada dalam tanggung jawabnya untuk dikelola maupun yang bukan dalam tanggung jawabnya); sehingga orang-orang lain itu bersedia terbuka menerima kehadirannya, mau bertukar pikiran, mau menerima saran, nasihat, atau arahan yang diberikan. Ada enam indikator yang kami jadikan acuan untuk mengukur kompetensi seseorang dalam kepemimpinan, yaitu:



RELASI – HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

Yaitu kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain baik secara verbal maupun non-verbal dalam konteks ada atau tidak ada kegiatan bersama, baik untuk tujuan yang bersangkutan maupun untuk tujuan bersama.



INISIATIF-KREATIF

Yaitu Kemampuan seseorang dalam menelurkan hal yang berbeda dari kebiasaan baik ditunjukkan dalam sikap maupun perilaku yang mencerminkan alur pikir yang bebas atau unik, baik ada wujudnya maupun belum ada wujudnya.



PROSES BERPIKIR - BERNALAR

Yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dari sebuah situasi atau masalah yang dihadapi, melalui proses analisa dan korelasi dalam alur pikir ketika menangkap informasi tersebut.



REALIS KONGKRIT

Aktivitas menilai atau mengamati situasi atau masalah yang sedang dihadapi pada suatu keadaan tertentu yang melibatkan proses analisa dan menyimpulkan sebelum mengambil kepuusan; berlandasan kepada hal-hal yang nyata, terlihat, atau terpahami dan dapat dibuktikan.



LOGIS OBYEKTIF

Yaitu perspektif berpikir dalam menyikapi situasi atau masalah dengan mengedepankan hal-hal yang dapat dijelaskan, relevan, dan terukur.



KONSEPTUAL INTUITIF

Yaitu aktivitas dalam menilai atau mengamati situasi yang sedang dihadapi pada suatu keadaan tertentu yang melibatkan proses menyimpulkan dengan mengesampingkan temuan-temuan, akan tetapi cenderung mengarahkan kepada hal yang bersifat konsepsi (hasil olah pikir semata-mata), dan cenderung mengandalkan intuisi.



SENSITIF SUBYEKTIF

Yaitu perspektif berpikir dalam menyikapi situasi atau masalah dengan mengedepankan hal-hal yang cenderung berangkat dari sisi pribadi dengan dasar kepedulian/kepekaan nurani, baik karena pengalaman hidup maupun karena motivasi pribadi.



KEAHLIAN DASAR

Yaitu kemampuan dasar yang pada umumnya diperlukan pada setiap aktivitas produktif manusia baik ketika bekerja atau belajar mencakup kegiatan riil terkait dokumen, informasi, bahasa, atau dalam proses interaksi dengan sesama.



KEAHLIAN TEKNIS

Yaitu kemampuan dasar yang umumnya diperlukan dalam setiap aktivitas produktif manusia untuk mendukung komitmen dalam kualitas dan hasil kerja secara teknis.



KETERBUKAAN

Yaitu orientasi seseorang untuk membuka diri dalam beraktivitas yang ditunjukkan melalui proses komunikasi atau tingkat partisipasi (kemauan untuk menerima input secara bebas untuk mengembangkan wawasan atau mendalami masalah).



KETERTUTUPAN

Yaitu orientasi seseorang untuk menutup diri dalam proses interaksi dengan orang lain demi kenyamanan pribadi, baik ketika sendirian ataupun ketika menjadi bagian dari aktivitas suatu kelompok.

Have a question or need a custom quote?

Phone : +62 21 2598 5178